Kamis, 13 Oktober 2011

Love & Friendship








Pertemanan & Cinta
  • §  Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan kasih sayang, dan berakhir dengan air mata.
  • §  Jangan menangisi orang yang tidak pernah menangisi Anda.
  • §  Teman yang baik slit ditemukan, lebih sulit lagi ditinggalkan, dan tidak mungkin dilupakan.
  • §  Anda hanya bisa pergi sejauh yang Anda usahakan.
  • §  Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata.
  • §  Hal terberat untuk dilakukan adalah melihat orang yang Anda cintai mencintai orang lain.
  • §  Jangan biarkan masa lalu menahan Anda karena Anda akan kehilangan hal baik di depan.
  • §  Hidup itu singkat. Jika Anda tidak pernah sekali waktu mencari, Anda akan kehilangan dia.
  • §  Teman terbaik seperti daun semanggi berhelai empat: sulit dicari dan beruntung jika memilikinya.
  • §  Jika merasa menyakitkan untuk melihat kebelakang, dan Anda takut untuk memandang ke depan, Anda dapat melihat ke samping dan teman terbaik Anda ada di sana.
  • §  Pertemanan sejati tidak pernah berakhir.
  • §  Teman sejati selalu bersama selamanya.
  • §  Teman baik seperti bintang... Anda tidak selalu melihat dia, tetapi Anda tahu ia selalu ada di sana.
  • §  Jangan cemberut. Anda tidak pernah tahu siapa yang jatuh cinta dengan senyuman Anda.
  • §  Apa yang Anda lakukan jika satu-satunya orang yang dapat membuat Anda berhenti menangis adalah orang yag membuat Anda menangis?
  • §  TAK SEORANG PUN YANG SEMPURNA, HINGGA ANDA JATUH CINTA DENGANNYA.
  • §  Segala sesuatu selalu baik di akhir cerita. Jika tidak baik, maka itu bukan akhir cerita.
  • §  Sebagian besar orang silih berganti masuk dan keluar dari kehidupan Anda. Tetapi, hanya teman sejati yang meninggalkan jejak di hati Anda.
  • §  Hal paling penting untuk diingat adalah... selalu menghargai teman-teman yang Anda punya.
  • §  Pertengkaran bisa terjadi dan berhenti dengan sangat mudah, tetapi pertemanan dapat berlangsung selamanya.
  • §  Untuk setiap detik yang dihabiskan dalam amarah, satu menit kebahagiaan terabaikan.

Rabu, 12 Oktober 2011

Real Love

Mawar Merah


Mawar merah adalah favoritnya, namanya juga Rose (Mawar). Setiap tahun suaminya mengirimi dia sebuket mawar merah yang cantik. Pada tahun ketika suaminya meninggal dunia, mawar merah dikirimkan ke pintu rumahnya. Kartu yang menyertai bunga itu berbunyi, “Be my Valentine,” seperti tahun-tahun sebelumnya.

Setiap tahun suaminya mengirimi dia bunga mawar dan catatan yang menyertainya selalu berbunyi, “Aku mencintaimu jauh lebih besar daripada tahun lalu pada hari yang sama.” “Cintaku padamu akan selalu tumbuh, seiring dengan bertambahnya waktu.” Ketika menerima kiriman itu, dia bepikir bahwa kiriman bunga ini adalah yang terakhir kalinya.

Dia berpikir suaminya telah memesan bunga mawar tersebut jauh hari sebelumnya. Suaminya yang tercinta tidak mengetahui bahwa dia akan meninggal dunia. Ia suka melakuakan segala sesuatu hal lebih awal, jauh sebelum saatnya tiba. Maka, ketika ia terlalu sibuk pada waktu yang ditentukan, segalanya akan berjalan baik-baik saja.

Dia merapikan gagang mawar merah itu, kemudian menaruhnya di vas bunga yang sangat spesial. Kemudian meletakan vas bunga itu di samping potret suaminya yang sedang tersenyum. Dia bisa duduk bbejam-jam, di kursi favorit suaminya sambil memandangi potretnya, dan juga bunga mawar merah itu.

     Satu tahun berlalu dan terasa berat hidup tanpa pasangannya, dengan kesendirian dan kesepian yang telah menjadi takdirnya. Suatu ketika di pagi hari, seprti halnya di hari Valentine sebelumnya, bel pintu berbunyi, dan ada sebuket bunga mawar merah di samping pintu. 

Dia membawa bunga mawar merah itu ke dalam, kemudian melihatnya dengan penuh keterkejutan. Dia kemudian meraih gagang telpon untuk menelpon toko pengirim bunga itu. Dia meminta penjelasan kepada pemilik toko mengapa ada orang yang tega melakukan ini kepadanya, yang hanya membuat dirinya sakit hati?
“Saya tahu suami Anda sudah meninggal dunia, lebih dari setahun yang lalu,” jawab pemilik toko, “Saya tahu Anda akan menelpon ke sini dan Anda ingin meminta penjelasan. Bunga mawar yang Anda terima pagi ini telah dibayar sebelumnya, tak ada yang tertinggal. Ada beberapa pesanan di file kami darinya, dan dia telah membayar semuanya, Anda akan mendapatkan kiriman bunga setiap tahun.”

“Ada satu hal lagi, yang mmungkin Anda harus tahu, Dia menulis di sebuah kertas khusus... dia melakukan hal ini setahun yang lalu. Maka ketika saya mengetahui bahwa dia sudah meninggal, maka kartu itu harus di kirimkan kepada Anda tahun berikutnya.” 

Dia kemudian mengucapkan terima kasih kepada pemilik toko itu dan menutup telponnya, air matanya jatuh bercucuran. Jari-jarinya bergetar, ketika dia meraih kartu spesial itu. Di kartu spesial itu tertulis sebuah catatan untuknya. Berikut ini adalah apa yang tertulis di kartu itu...

“Hello, cintaku, aku tahu sekarang sudah setahun sejak aku meninggal, aku harap perasaan in sangat sulit untuk kamu tanggulangi.”
“Aku tahu dengan pasti kamu merasa sangat kesepian dan sedih hati. Karena jika yang terjadi adalah sebaliknya, akulah yang akan merasa sangat sedih.”
“Cinta kita membuat segalanya menjadi sangat indah. Aku mencintaimu lebih dari apa yang bisa di katakan oleh kata-kata, kamu adalah istri yang sempurna.”
“Kamu adalah teman dan cintaku, kamu memenuhi segala kebutuhanku. Aku tahu sekarang sudah lebih setahun, tapi tolong unyuk tidak terlalu bersedih hati.”
“Aku ingin kamu bahagia, bahkan ketika kamu meneteskan air mata. Itulah kenapa mawar-mawar ini akan dikirimkan untuk beberapa tahun.”
“Ketika kamu menerima mawar-mawar ini, pikirkanlah hal-hal yang membahagiakan, yang pernah kita rasakan bersama-sama.”
“ Aku selalu mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu. Tapi, cintaku, kamu harus terus melanjutkan perjalananmu, kamu masih punya kehidupan.”
“Tolong carilah kebahagiaan, ketika kamu menghabiskan sisa-sisa waktumu. Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi aku harap kamu dapat menemukannya.”
“Bunga mawar akan terus dikirimkan setiap tahun, dan akan berhenti hanya ketika bel pintu rumah tidak ada yang menjawab, ketika pengirim bunga berhenti memencet bel.”
“Dia akan datang lima kali hari itu, dengan harapan mungkin kamu sedang keluar. Tapi setelah kunjungannya yang terakhir, dia akan tahu tanpa keraguan, untuk membawa bunga mawar itu ke tempat seperti yang aku perintahkan padanya, dan meletakkannya dimana kita bisa bersama-sama lagi.”


Cinta sejati bukanlah permasalahan fisik atau romantik. Cinta sejati adalah penerimaan terhadap segala hal yang sudah, sedang dan yang akan terjadi.

Senin, 10 Oktober 2011

Pemberian Terindah


Kupu-Kupu
Seorang laki-laki menemukan sebuah kepompong kupu-kupu. Suatu hari kepompong itu retak dan berlubang kecil. Dia duduk dan memerhatikan kupu-kupu yang ada di dalamnya berusaha keluar dari lubang kecil itu selama berjam-jam. Kemudian, kupu-kupu itu berhenti berusaha. Kelihatannya ia sudah berusaha sekuat tenaga dan merasa tidak mampu lagi. 
Jadi, laki-laki itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil gunting dan menggunting sedikit kepompong itu. 
Kupu-kupu itu akhirnya dapat keluar dengan mudah. Tetapi, ia memiliki sayap yang kecil, mengerut, dan tubuh yang gembung.
Laki-laki itu terus memerhatikan kupu-kupu itu karena ia berharap sayap itu akan berkembang, membesar dan dapat menopang tubuhnya.
Tapi tak ada yang terjadi! Kupu-kupu itu menghabiskan sisa waktunya dengan merangkak dengan tubuh bengkak dan sayap yang mengerut. Ia tidak pernah bisa terbang.
Laki-laki itu bermaksud baik, tetapi ia tidak memahami bahwa kepompong yang sempit itu dan perjuangan kupu-kupu untuk keluar dari lubang kecil itu adalah cara Allah untuk mengalirkan cairan yang ada di tubuh kupu-kupu ke kedua sayapnya sehingga sayapnya akan mekar dan ia akan bisa terbang ketika sudah berhasil keluar dari kepompongnya.

Terkadang, perjuangan atau kesulitan adalah hal yang kita butuhkan dalam hidup kita. Jika Allah membuat hidup kita selalu lapang tanpa rintangan, maka keadaan ini akan melumpuhkan kita.
Saya meminta kekuatan ...
Dan Allah memberi saya kesulitan untuk membuat saya kuat.
Saya meminta kebijaksanaan ...
Dan Allah memberi saya permasalahan untuk dipecahkan.
Saya meminta kemakmuran ...
Dan Allah memberii saya otak dan tenaga untuk digunakan meraihnya.
Saya meminta keberanian ...
Dan Allah memberikan saya bahaya untuk dilalui.
Saya meminta cinta ...
Dan Allah memberi saya pengganggu untuk membantu.
Saya meminta kemurahhatian ...
Dan Allah memberi saya kesempatan-kesempatan.
Saya tidak mendapatkan apapun yang saya inginkan ...
Saya mendapatkan segala hal yang saya butuhkan!
Selalu percaya pada Allah!

aku?

*curhat*
aku hanya merasa senang ketika diperhatikan, sama seperti wanita lainnya
Aku senang menyadari ketika ada seseorang yang dengan senang hati mau mendengarkanku, walau ia tak memberikan kata apapun, karena aku hanya butuh didengar saat itu.
Yang aku tau aku senang ketika ada yang peduli terhadap keadaanku, mungkin karena selama ini aku selalu beranggapan
“ketika suatu saat nanti aku hilang? Kurasa tak kan ada satupun yang menyadarinya, karena ku sangat tidak penting”

*manja*
Eits.. yang satu ini mungkin agak aneh kau dengar,
Hha,
Ya, dibalik aku yang “katanya” mandiri ini, aku adalah seorang “pacar” yang sangat manja.. ya, hanya terhadap pacar lhooo….
Aku memang dapat melakukan sebagian besar sesuatu sendiri, namun aku tetap seorang wanita, yang aka lebih bahagia ketika ada seorang lelaki yang dengan senang hati dapat melakukannya untukku, ^.+
It look so sweet ;)
Seberapa kuatpun wanita itu, in deep of her heart, dy tetap butuh seorang lelaki disampingnya, untuk sekedar melakukan hal-hal kecil yag manis untuknya,
Tahukah kau laki-laki, bahwa kami wanita sangat besar menghargai sesuatu2 kecil yang kau lakukan untuk kami? Bahwa kau tak perlu mekakukan hal-hal “wah” untuk membuat kami lebih mencintai anda jika anda merasa tak sanggup!


*childish*
Hhi, mungkin sangt tidak sesuai denganku yang terlihat sangat dewasa ini,
Ya, hidupku yang keras membuatku seperti ini,
Kadang aku lelah, kadang aku muak dianggap sebenar itu, dan karena alasan2 itu kadang aku childish, tidak selamanya, dan sebagian besar memag hanya ku tunjukkan di hadapan seseorang yang sedang duduk di singgasana hatiku. Aku tak begitu yakin dapat mengeluarkannya dihadapan yang lainnya,

Karena itulah, kukatakan bahwa, hanya seseorang yang sedang duduk tersenyum diatas singgasana hatikulah yang benar2 tau siapa aku,
Yang mungkin lebih tau aku bahkan melebihi orang tuaku,

Karena aku merasa bebas dihadapannya, bebas menjadi siapa aku, bebas menunjukkan segala yang kuinginkan (*doyan curhat, manja, childish, dll

Selektif dalam memilih si dy??
Aku lebih suka menyebutnya hati-hati, untuk menentukan apakah dia saja sudah membuatku bnar2 berfikir,
“apakah ia memang menyukaiku, atau hanya menyukai siapa aku?”
Aku sangat berfikir untuk itu.. karena ini semua, karena aku akan menjadi aku ketika aku sudah menjadi miliknya, tak akan ada yang tak ia tau tentang sifatku ketika itu, seburuk atau sebaik apa aku, akan ia tau..
Dan aku tak pernah berfikir sedikitpun untuk membayangkan hatinya berubah ketika itu..

Selasa, 23 Agustus 2011

Surat Al-Baqarah ayat 1 s.d. 30


alif-laam-miim
[2:1] Alif laam miin.10
dzaalikalkitaabu laa rayba fiihi hudan lilmuttaqiin
[2:2] Kitab11 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,12
alladziina yu/minuuna bilghaybi wayuqiimuuna shshalaata wamimmaa razaqnaahum yunfiquun
[2:3] (yaitu) mereka yang beriman13 kepada yang ghaib,14 yang mendirikan shalat,15 dan menafkahkan sebahagian rezki16 yang Kami anugerahkan kepada mereka.
walladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika wabil-aakhirati hum yuuqinuun
[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,17 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.18
ulaa-ika 'alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humulmuflihuun
[2:5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.19
innalladziina kafaruu sawaaun 'alayhim a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu/minuun
[2:6] Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
khatamallaahu 'alaa quluubihim wa'alaa sam'ihim wa'alaa abshaarihim ghisyaawatun walahum 'adzaabun 'azhiim
[2:7] Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka20, dan penglihatan mereka ditutup21. Dan bagi mereka siksa yang amat berat
wamina nnaasi man yaquulu aamannaabillahi wabil yaumilaakhiri wamahum bimu'miniin
[2:8] Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian22," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
yukhaadi'uunallaaha walladziina aamanuu wamaa yakhda'uuna illaa anfusahum wamaa yasy'uruun
[2:9] Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
fii quluubihim maradhun fazaadahumullaahu maradhan walahum 'adzaabun liimun bimaa kaanuu yakdzibuun
[2:10] Dalam hati mereka ada penyakit23, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
wa-idzaa qiila lahum laa tufsiduu fii l-ardhi qaaluu innamaa nahnu mushlihuun
[2:11] Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi24". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
alaa innahum humu lmufsiduuna walaakin laa yasy'uruun
[2:12] Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
wa-idzaa qiila lahum aaminuu kamaa aamana nnaasu qaaluu anu/minu kamaa aamana ssufahaau laa innahum humu ssufahaau walaakin laa ya'lamuun
[2:13] Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
wa-idzaa laquulladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaw ilaa syayaathiinihim qaaluu innaa ma'akum innamaa nahnu mustahzi-uun
[2:14] Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka25, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok."
allaahu yastahzi-u bihim wayamudduhum fii thughyaanihim ya'mahuun
[2:15] Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
ulaa-ikalladziina isytarawuu dhdhalaalata bilhudaa famaa rabihat tijaaratuhum wamaa kaanuu muhtadiin
[2:16] Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
matsaluhum kamatsalilladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu dzahaballaahu binuurihim watarakahum fii zhulumaatin laa yubshiruun
[2:17] Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api26, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uun
[2:18] Mereka tuli, bisu dan buta27, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
aw kashayyibin mina ssamaa-i fiihi zhulumaatun wara'dun wabarqun yaj'aluuna ashaabi'ahum fii aatsaanihim mina shshawaa'iqi hadzara lmawti walaahu muhiithun bilkaafiriin
[2:19] atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati28. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir29.
yakaadu lbarqu yakhthafu abshaarahum kullamaa adhaa-a lahum masyaw fiihi wa-idzaa azhlama 'alayhim qaamuu walaw syaa-allaahu ladzahaba bisam'ihim wa-abshaarihim innallaaha 'alaa kulli syay-in qadiir
[2:20] Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.


yaa ayyuhaa nnaasu u'buduu rabbakumulladzii khalaqakum walladziina min qablikum la'allakum tattaquun
[2:21] Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
alladzii ja'ala lakumu l-ardha firaasyan wassamaa-a binaa-an wa-anzala mina ssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina tstsamaraati rizqan lakum falaa taj'aluu lillaahi andaadan wa-antum ta'lamuun
[2:22] Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah30, padahal kamu mengetahui.
wa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fa/tuu bisuuratin min mitslihi wad'uu syuhadaa-akum min duunillaahi in kuntum shaadiqiin
[2:23] Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah31 satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
fa-in lam taf'aluu walan taf'aluu fattaquu nnaarallatii waquuduhaa nnaasu walhijaaratu u'iddat lilkaafiriin
[2:24] Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya) -, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
wabasysyirilladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati anna lahum jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru kullamaa ruziquu minhaa min tsamaratin rizqan qaaluu haadzaalladzii ruziqnaa min qablu wautuu bihi mutasyaabihan walahum fiihaa azwaajun muthahharatun wahum fiihaa khaaliduun
[2:25] Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya32.
innallaaha laa yastahyii an yadhriba matsalan maa ba'uudhatan famaa fawqahaa fa-ammaalladziina aamanuu faya'lamuuna annahu lhaqqu min rabbihim wa-ammaalladziina kafaruu fayaquuluuna maatsaa araadallaahu bihaadzaa matsalan yudhillu bihi katsiiran wayahdii bihi katsiiran wamaa yudhillu bihi illaa lfaasiqiin
[2:26] Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu33. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?." Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah34, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
alladziina yanqudhuuna 'ahdallaahi min ba'di miitsaaqihi wayaqtha'uuna maa amarallaahu bihi an yuushala wayufsiduuna fii l-ardhi ulaa-ika humu lkhaasiruun
[2:27] (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
kayfa takfuruuna biallaahi wakuntum amwaatan fa-ahyaakum tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilayhi turja'uun
[2:28] Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
huwalladzii khalaqa lakum maa fii l-ardhi jamii'an tsumma istawaa ilaa ssamaa-i fasawwaahunna sab'a samaawaatin wahuwa bikulli syay-in 'aliim
[2:29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa'ilun fii l-ardhi khaliifatan qaaluu ataj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku ddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a'lamu maa laa ta'lamuun
[2:30] Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."